
Tanah Karo. Rabu 23/04/2025. Para Personel Koramil 04/Simpang Empat jajaran Kodim 0205/Tanah Karo khususnya para Babinsa (Bintara Pembina Desa) tetap menjaga kondusifnya wilayah binaan terus dilaksanakan, termasuk juga monitoring harga dan ketersediaan bahan pangan terutama Sembilan Bahan Pokok kebutuhan warga, kegiatanpun dilaksanakan dengan cara bersilaturahmi menyapa warga dalam rangka Komsos (Komunikasi Sosial), juga kegiatan ini sesuai instruksi dari Komando Atas untuk membantu kesulitan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan Sembako.
Kegiatan Komsos dan Monitoring harga dan stok bahan pangan juga dilaksanakan oleh Serka Sudino Sihombing juga bertugas sebagai Babinsa Koramil 04/Simpang pada hari ini (23/04) mendapat perintah dari Danramil Kapten Czi Menson Tarigan untuk melaksanakan kegiatan tersebut di wilayah binaan yaitu silaturahmi dengan pedagan sambil pengecekan secara langsung harga dan ketersediaan bahan pangan terutama Sembako di Toko Grosir Bahan Pangan milik Ibu Efrentina di Jalan Laukawar Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo-Sumatera Utara.dengan harga Beras condong Rp. 15.000/Kg, Miyak goreng atau Minyak makan Rp. 20.000/Kg, Gula pasir atau Gula putih, harga Rp. 19.000/Kg, Telur ayam negeri Rp. 48.000/papan isi 30 butir, Mie istans Rp. 2.000/bungkus dan Gas LPG Tabung 3 Kg Rp. 20.000/tabung.

Serka Sudino Sihombing melaksanakanakan Komsos untuk menjaga jalinan silaturahmi dengan masyarakat dan monitoring Sembako ini dilaksanakan untuk mengecek serta memantau perkembangan harga dan ketersediaan Sembako, kebutuhan masyarakat di wilayah binaan, dan dari pantauan langsung bahwa rata-rata harga kebutuhan masyarakat naik namun masih terjangkau ataupun terbeli oleh warga serta stok tepenuhi, juga hasil pengecekan ini dilaporkan kepada Danramil untuk dilanjutkan laporannya ke Komando Atas guna ditindak lanjuti oleh pihak terkait agar kedepannya tidak terjadi penimbunan maupun menaikan harga sepihak.
Juga dilaksanakan Komsos sambil monitoring bahan pangan guna mencegah atau mengantisifasi terjadinya penimbunan Sembako oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi, kemudian jika Bahan pangan apalagi Semabko langka, maka oknum akan menaikan harga sesuka hatinya yang berusaha memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan pribadi sedangkan warga merugi dan kesusahan, juga saya berpesan kepada pedagan Sembako untuk tidak menimbun dan menaikan harga pasaran sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, kegiatan inipun untuk encegah berdarnya beras busuk dan berkutu serta beredarnya sembako kadaluarsa. (Bayu.W GATUBIMA_PENDIM 0205/TK WEB)
