
Tanah Karo. Jumat 08/11/2024. Kapten Inf Gandhi N. Hartanto selaku Danramil 09/Laubaleng jajaran Kodim 0205/Tanah Karo perintah kepada para Babinsanya agar terus menjaga kondusifnya wilayah binaan terus dilaksanakan, termasuk juga monitoring mengecek harga dan ketersediaan bahan pangan terutama Sembako (Sembilan Bahan Pokok) kebutuhan warga, kegiatanpun dilaksanakan dengan cara Komunikasi Sosial atau lebih dikenal Komsos bersilaturahmi menyapa warga, juga kegiatan ini untuk membantu kesulitan warga dalam pemenuhan kebutuhan Sembako serta sesuai perintah dari Komando Atas.
Serka Hartono Pinim yang juga bertugas sebagai Babinsa di Koramil 09/Laubleng sesuai perintah Danramil untuk melaksanakan Pawilbin (Patroli wilayah binaan) dan Komsos (Komunikasi sosial) di desa binaan bersama Petugas Dinas Pasar Bapak Robin Naibaho mengecek secara langsung harga dan ketersediaan bahan pangan terutama Sembako yaitu beras, minyak goreng/mentega, telur, gula pasir, garam, susu, Bahan Bakar LPG 3 Kg, mie instan, air minum kemasan, biscuit, juga mengecek ketersediaan sayur-mayur, buah-buahan dan ikan basah maupun ikan kering di Pasar Tradisional Laubaleng Jalan Raketta Sembiring Brahmana Desa Laubaleng Kecamatan Laubalengt Kabupaten Karo-Sumatera Utara.

Pawilbin sambil melaksanakan Komsos tujuan untuk menjaga silaturhami dengan masyarakat dan untuk mengatahui situasi di wilayah binaan, kemudian pengecekan Sembako yang dilaksnakana Bersama Petugas Dinas Pasar Bapak Robin Naibaho untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan Sembako kebutuhan masyarakat di desa binaan, dan dari pantauan langsung bahwa rata-rata harga Sembako kebutuhan masyarakat naik namun masih terjangkau ataupun terbeli oleh warga serta stok tepenuhi, juga hasil pengecekan ini kami laporkan kepada Danramil untuk dilanjutkan laporannya ke Komando Atas guna ditindak lanjuti oleh pihak terkait agar kedepannya tidak terjadi penimbunan maupun menaikan harga.
Dilaksankaan monitoring harga dan stok bahan pangan juga untuk mencegah atau mengantisifasi terjadinya penimbunan bahan pangan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi, yaitu jika bahan pangan terutama Sembako langka, maka oknum akan menaikan harga sesuka hatinya yang berusaha memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan pribadi sedangkan warga merugi dan kesusahan, juga saya berpesan kepada pedagan Sembako untuk tidak menimbun dan menaikkan harga pasaran sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. (Bayu.W GATUBIMA_PENDIM 0205/TK)
