
Tanah Karo. Sabtu 21/12/2024. Jelang Nataru yaitu Natal 25 Desember 2024 dan Tahun Baru 1 Januari 2025, Danramil 03/Berastagi jajaran Kodim 0205/Tanah Karo Mayor Kce Thamrin Vincent Bangun perintahkan anggotanya khususnya para Babinsa agar melaksanakaan Patroli Wilayah Binaan dan Komunikasi Sosial untuk menjaga kondusifnya wilayah binaan terus dilakukan termasuk juga mengecek harga dan ketersediaan bahan pangan terutama Sembako (Sembilan Bahan Pokok) kebutuhan warga, kegiatanpun dilaksanakan dengan cara Komunikasi Sosial atau lebih dikenal Komsos bersilaturahmi menyapa warga, juga kegiatan ini sesuai perintah dari Komando Atas serta untuk membantu kesulitan warga dalam pemenuhan kebutuhan Sembako.
Sertu Irwansyah juga bertugas di Koramil 03/Berastagi sebagai Babinsa pada hari ini (21/12) juga sesuai perintah Danramil untuk melaksanakan Pawilbin dan Komsos di wilayah binaan sambil monitoring mengecek secara langsung harga dan ketersediaan bahan pangan terutama Sembako yaitu beras, minyak goreng/mentega, telur, gula pasir, dan susu maupun LPG 3 Kg serta mengecek ketersediaan sayur-mayur, buah-buahan, rempah-rempah, daging dan ikan laut di Pusat Pasar Berastagi Kelurahan Tambak Lau Mulgap-I dan Tambak Lau Mulgap-II Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo-Sumut.

Mengenai kegiatannya yang dilaksanakannya Sertu Irwansyah mengatakan “Kegiatan monitoring pengecekan bahan pangan ini, dilaksanakan menjelang Nataru untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang-barang Sembako, sayur-mayur, buah-buahan, rempah-rempah dan ikan laut kebutuhan masyarakat di desa binaan, dan dari pantauan langsung bahwa rata-rata harga barang kebutuhan masyarakat naik namun masih terjangkau ataupun terbeli oleh warga serta stok tepenuhi, juga hasil pengecekan ini kami laporkan kepada Danramil untuk dilanjutkan laporannya ke Komando Atas guna ditindak lanjuti oleh pihak terkait agar kedepannya tidak terjadi penimbunan muapun menaikan harga sesuka hati.
Dilaksankaan kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah atau mengantisifasi terjadinya penimbunan bahan pangan terutama Sembako oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi, yaitu jika barang-barang kebutuham masyarakat langka, maka oknum akan menaikan harga sesuka hatinya yang berusaha memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan pribadi sedangkan warga merugi dan kesusahan, juga saya berpesan kepada pedagan Sembako untuk tidak menimbun dan menaikkan harga pasaran sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. (Bayu.W GATUBIMA_PENDIM 0205/TK)
